Nasi Megono Khas Pekalongan

NasiMegono1

Minggu kemaren saya dan suami menyempatkan diri untuk mengunjungi kota Pekalongan. Jarak yang ditempuh agak lumayan lama juga ya ternyata. Kami berangkat dari Jogja sekitar jam 3 sore, dan baru sampai Pekalongan sekitar jam 10 malam. Hari itu kami memang ada keperluan “njagong” sahabat saya yang merayakan resepsi pernikahannya. Tak sempat ganti baju dan dandan ala-ala kondangan, kami pun langsung menuju rumah sang pengantin. Setelah bercanda gurau dengan teman lama saya, kamipun pamit dan menuju tempat penginapan. Kami sebenernya berencana untuk ngobrol lebih lama lagi, tapi karena di tempat resepsi sedang penuh hingar bingar musik arab di pesta perkawinan itu maka kami pindah tongkrongan menuju warung lesehan nasi megono di Kota Pekalongan.

Malam itu kami bingung hendak menuju kemana karena waktu sudah menunjukan jam 11 malam. Kamipun menyusuri jalan urip sumoharjo dan berakhir di sebuah warung lesehan nasi megono. Iyaps, nasi megono adalah salah satu kuliner khas kota Pekalongan. Dari asal katanya nasi megono terdiri dari kata “mergo” dan “ono”, mergo sendiri artinya serba dan ono artinya ada. Jadi secara artikulasi artinya nasi serba ada. Maksudnya nasi dengan lauk serba ada (mungkin) hehehe

Nasi megono ini terbuat adari nangka muda yang dicincang halus kemudian diberi bumbu khas urap yang pedas dan gurih. Dan pendamping untuk makan nasi megono ini ada berbagai macam lauk, mulai dari mendoan, cumi, oseng rebon (yang dibentuk bulat pipih), oseng tempe, balado teri, tahu dan tempe bacem, dll. Di warung saya pilih kemaren, nasinya sudah dikepal dan diberi megono-nya. Semacam nasi bungkus atau nasi angkringan (kalo di Jogja). Seporsi harganya 3000an.

LaukMegono

SateBuntelMegono

Malam itu kami menikmati nasi megono dengan aneka lauknya ditambah dengan minuman teh manis khas pekalongan sembari ngobrol kesana kemari dengan teman2 saya.

Sayapun penasaran dengan rasa nasi megono ini. Saya mencoba merasakan dan meraba-raba bahan apa saja yang ada di megono ini. Rasanya memang unik seperti “botok mlanding” mungkin karena rasa kemiri dan terasi serta bawang yang menyertainya. Memang rasanya seperti urap, ini karena gurihnya kelapa parut yang ada di megono.

RESEP MEGONO:

Bahan utamanya nangka muda (gori). Di Pasar sendiri jarang ditemui nangka muda yang sudah di cacah kasar, kita kalo berencana membuat megono sendiri di rumah, harus mencincang kasarnya sendiri. Kemudian ada kelapa yang setengah tua, diparut.

BUMBU yang dihaluskan :

Bawang merah, bawang putih, ketumbar, kemiri, terasi , kencur,garam, cabe merah, daun sereh, daun salam, lengkuas, daun jeruk, dan beri sedikit gula

CARA MEMBUATnya pun mudah, hanya mencampurkan nangka muda, kelapa yang diparut, diberi bumbu halus, dan bumbu daunan, kemudian di kukus sampai matang.

Sajikan dengan nasi hangat , aaaah…pasti enak sekali ya. Cocok untuk pendamping makan siang ini. Bagaimana? Mumpung weekend nih, mau nyobain bikin megono sendiri?

 

3 thoughts on “Nasi Megono Khas Pekalongan

  1. andri says:

    Mbak Ginuk,
    Ciri utama dari megono khas Pekalongan, selain gori cincang, juga ada campuran rajangan kecombrang.
    Itu barangkali yang dulu terlewat saat mencicip nasi megononya🙂

    Salam nasi megono sotong ireng!😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s